Total Tayangan Halaman

Selasa, 21 Juli 2020

Penerapan Model Problem Based Learning(PBL) melalui Integrated Group Worksheet untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa

Oleh: Muhammad Syaifudin

BAB I

PENDAHULUAN


 A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan siswa menjadi warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, perlu ditingkatkan terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus.

Indonesia harus menghindari sistem pemerintahan yang memasung hak-hak asasi manusia, hak-hak warganegara untuk dapat menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. Kehidupan yang demokratis didalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintahan, dan organisasi-organisasi non pemeritahan perlu dikenal, dipahami, diinternalisasi, dan diterapkan demi terwujudnya pelaksanaan prinsip-prinsip demokrasi serta demi peningkatan martabat kemanusian, kesejahteraan, kebahagiaan, kecerdasan dan keadilan.

Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan pendidikan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga Negara yang baik, yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.PPKn merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi suku, agama, ras, sosio-kultural, bahasa, usia, dan antar golongan.

Namun pembelajaran PPKn digunakan sebagai mata pelajaran biasa seperti mata pelajaran lainnya, padahal yang harus diketaui bahwa salah satu melalui mata pelajaran PPKn lah sikap, perilaku dan karekter siswa dapat dibentuk. Tidak hanya itu mata pelajaran PPKn juga banyak dianggap siswa bukan mata pelajaran wajib seperti pelajaran IPA/IPS, yakni sebagai pelajaran pelengkap, sehingga minat belajar dan partisipasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pun tidak setinggi / masih rendah dari pelajaran wajib lainnya.

Menurut E. Mulyana bahwa pembelajaran aktif dengan menciptakan suatu kondisi dimana siswa dapat berperan aktif, sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator.Pembelajaran harus dibuat dalam suatu kondisi yang menyenangkan sehingga siswa akan terus termotivasi dari awal sampai akhir KBM. Dalam hal ini pembelajaran dengan Problem Based Learning sebagai salah satu bagian dari pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan guru disekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn.

Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu proses belajar mengajar didalam kelas dimana siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan-permasalahan yang muncul, setelah itu tugas guru adalah merangsang untuk berfikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Tugas guru mengarahkan siswa untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan persfektif yang berbeda diantara mereka.

Pada hakikatnya banyak faktor yang menyebabkan partisipasi belajar PPKn siswa rendah yaitu faktor internal dan eksternal dari siswa. Faktor internal antara lain: motivasi belajar, intelegensi, kebiasan dan rasa percaya diri. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang terdapat di luar siswa, seperti; guru sebagai Pembina kegiatan belajar, startegi pembelajaran, sarana dan prasarana, kurikulum dan lingkungan. Di samping dua faktor tersebut, tindakan guru dalam mengajar juga sangat mempengaruhi keaktifan siswa dalam KBM.

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada bulan September 2018 di SMP Negeri 1 Surabaya, siswa kurang aktif atau  partisipasi masih kurang dalam kegiatan belajar-mengajar.Siswa cenderung tidak begitu tertarik dengan pelajaran PPKn karena selama ini pelajaran PPKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hafalan semata, kurang menekankan aspek penalaran.Hal ini yang menyebabkan rendahnya minat belajar PPKn siswa di sekolah maupun di rumah. Selain itu, KBM juga cenderung monoton seperti; pemberian materi dengan ceramah, mengerjakan tugas, Ulangan Harian (UH) Ujian Tengah Semester (UTS), dan berakir di Ujian Akhir Semester (UAS).

Dari masalah-masalah yang dikemukakan diatas, perlu dicari strategi baru dalam pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Pembelajaran yang mengutamakan penguasaan kompetensi harus berpusat pada siswa, memberika pembelajaran dan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual dalam kehidupan nyata dan mengembangkan mental yang kaya dan kuat pada siswa.

Disinilah guru dituntut untuk merancang kegiatan pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi, baik dalam ranah kognitif, ranah afektif maupun psikomotorik siswa. Strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan peciptaan suasana yang menyenangkan.Sangat diperlukan akan hal itu untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PPKn. Dalam hal ini melalui model “Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) diharapkan dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa.

Berdasarkan uraian diatas maka Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, dirancang untuk mengkaji penerapan pembelajaran model “Problem Based Learning” dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam mata pelajaran PPKn.

B.     Rumusan masalah

Merujuk pada latar belakang, maka rumusan masalah yang tepat pada penelitian ini adalah:

1. Bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning)untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam materi disiplin itu Indah pada mata pelajaran PPKn kelas 8C SMP Negeri 1 Surabaya?

2. Apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam materi disiplin itu Indah pada mata pelajaran PPKn kelas 8C SMP Negeri 1 Surabaya?

        C.    Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

1. Mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning)untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam materi disiplin itu Indah pada mata pelajaran PPKn kelas 8C SMP Negeri 1 Surabaya?

2. Mengetahui apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam materi disiplin itu Indah pada mata pelajaran PPKn kelas 8C SMP Negeri 1 Surabaya?

Butuh PTK Lengkap ??? Silahkan HUBUNGI ADMIN Blog


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Tambahan PPKN Kelas 7 BAB 6

    Oleh: Muhammad Syaifudin Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah tema...