Oleh: Muhammad Syaifudin
BAB I
PENDAHULUAN
Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan siswa menjadi warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, perlu ditingkatkan terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus.
Indonesia harus menghindari sistem
pemerintahan yang memasung hak-hak asasi manusia, hak-hak warganegara untuk dapat
menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. Kehidupan yang demokratis didalam
kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat,
pemerintahan, dan organisasi-organisasi non pemeritahan perlu dikenal,
dipahami, diinternalisasi, dan diterapkan demi terwujudnya pelaksanaan
prinsip-prinsip demokrasi serta demi peningkatan martabat kemanusian,
kesejahteraan, kebahagiaan, kecerdasan dan keadilan.
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata
pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu
melaksanakan pendidikan hak-hak dan
kewajibannya untuk menjadi warga Negara yang baik, yang cerdas, terampil, dan
berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.PPKn merupakan mata
pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi suku, agama, ras, sosio-kultural, bahasa,
usia, dan antar golongan.
Namun pembelajaran PPKn
digunakan sebagai mata pelajaran biasa seperti mata pelajaran lainnya, padahal
yang harus diketaui bahwa salah satu melalui mata pelajaran PPKn lah sikap,
perilaku dan karekter siswa dapat dibentuk. Tidak hanya itu mata pelajaran PPKn
juga banyak dianggap siswa bukan mata pelajaran wajib seperti pelajaran IPA/IPS,
yakni sebagai pelajaran pelengkap, sehingga minat belajar dan partisipasi Kegiatan
Belajar Mengajar (KBM) pun tidak setinggi / masih rendah dari pelajaran wajib
lainnya.
Menurut E. Mulyana bahwa pembelajaran aktif dengan menciptakan suatu kondisi dimana siswa dapat
berperan aktif, sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator.Pembelajaran
harus dibuat dalam suatu kondisi yang menyenangkan sehingga siswa akan terus
termotivasi dari awal sampai akhir KBM. Dalam hal ini pembelajaran dengan Problem Based Learning sebagai salah
satu bagian dari pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) merupakan
salah satu alternatif yang dapat digunakan guru disekolah untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran PPKn.
Pembelajaran berbasis masalah adalah
suatu proses belajar mengajar didalam kelas dimana siswa terlebih dahulu
diminta mengobservasi suatu fenomena. Kemudian siswa diminta untuk mencatat
permasalahan-permasalahan yang muncul, setelah itu tugas guru adalah merangsang
untuk berfikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Tugas guru mengarahkan
siswa untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan persfektif yang
berbeda diantara mereka.
Pada hakikatnya banyak
faktor yang menyebabkan partisipasi
belajar PPKn siswa rendah yaitu faktor internal
dan eksternal dari siswa. Faktor internal antara lain: motivasi belajar,
intelegensi, kebiasan dan rasa percaya diri. Sedangkan faktor eksternal adalah
faktor yang terdapat di luar siswa, seperti; guru sebagai Pembina kegiatan
belajar, startegi pembelajaran, sarana dan prasarana, kurikulum dan lingkungan. Di samping dua faktor tersebut, tindakan guru dalam
mengajar juga sangat mempengaruhi keaktifan siswa dalam KBM.
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada bulan September 2018 di SMP
Negeri 1 Surabaya, siswa kurang aktif atau
partisipasi masih kurang dalam kegiatan
belajar-mengajar.Siswa cenderung
tidak begitu tertarik dengan pelajaran PPKn karena selama ini pelajaran PPKn
dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hafalan semata, kurang
menekankan aspek penalaran.Hal ini
yang menyebabkan rendahnya minat belajar PPKn siswa di
sekolah maupun di rumah. Selain itu, KBM juga cenderung monoton seperti;
pemberian materi dengan ceramah, mengerjakan tugas, Ulangan Harian (UH) Ujian
Tengah Semester (UTS), dan berakir di Ujian Akhir Semester (UAS).
Dari masalah-masalah yang dikemukakan
diatas, perlu dicari strategi baru dalam pembelajaran yang melibatkan siswa
secara aktif. Pembelajaran yang mengutamakan penguasaan kompetensi harus
berpusat pada siswa, memberika pembelajaran dan pengalaman belajar yang relevan
dan kontekstual dalam kehidupan nyata dan mengembangkan mental yang kaya dan
kuat pada siswa.
Disinilah guru dituntut untuk merancang
kegiatan pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi, baik dalam ranah
kognitif, ranah afektif maupun psikomotorik siswa. Strategi pembelajaran yang
berpusat pada siswa dan peciptaan suasana yang menyenangkan.Sangat diperlukan akan hal itu untuk
meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PPKn. Dalam hal ini melalui model “Pembelajaran
Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
diharapkan dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa.
Berdasarkan uraian diatas maka
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, dirancang untuk mengkaji penerapan
pembelajaran model “Problem Based
Learning” dalam meningkatkan partisipasi
belajar siswa dalam mata pelajaran PPKn.
B. Rumusan masalah
Merujuk pada latar belakang, maka
rumusan masalah yang tepat pada penelitian ini adalah:
1. Bagaimana penerapan
model pembelajaran berbasis masalah (Problem
Based Learning)untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam materi
disiplin itu Indah pada mata pelajaran PPKn kelas 8C SMP Negeri 1 Surabaya?
2. Apakah penerapan
model pembelajaran berbasis masalah (Problem
Based Learning) dapat
meningkatkan partisipasi belajar siswa
dalam materi disiplin itu Indah pada mata pelajaran PPKn kelas 8C SMP Negeri 1
Surabaya?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas,
penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui bagaimana
penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning)untuk meningkatkan partisipasi belajar
siswa dalam materi disiplin itu Indah pada mata pelajaran PPKn kelas 8C SMP
Negeri 1 Surabaya?
2. Mengetahui apakah penerapan model pembelajaran
berbasis masalah (Problem Based Learning)
dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa
dalam materi disiplin itu Indah pada mata pelajaran PPKn kelas 8C SMP Negeri 1
Surabaya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar