Oleh: Muhammad Syaifudin
Guru SMP YPJ Tembagapura Kabupaten Mimika - Papua
2018
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan
persatuan siswa dalam keberagaman kelas VIIB SMP YPJ Tembagapura. Metode yang
digunakan adalah deskriptif kualitatif, dan peneliti lebih fokus untuk
menggambarkan hasil penelitian yang lebih rinci ke dalam bentuk persentase.
Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan persatuan siswa dalam
keberagaman. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil observasi
perindividu maupun rata-rata secara keseluruhan tindakan kelas yang sudah
dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan perindividu
sebesar 26, 67% dari 60% menjadi 86,67% dan peningkatan persatuan kelas sebesar
11% dari 84 % menjadi 95%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa
pembelajaran berbasis proyek (Project
Based Learning/PjBL) dapat meningkatkan kerjasama antarsiswa. Sedangkan
permainan melalui Snakes and ladders Game
dapat meningkatkan persatuan siswa. Sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan
model PjBL melalui Snakes and ladders Game dapat
meningkatkan kerjasama dan persatuan siswa dalam keberagaman kelas VIIB SMP YPJ
Tembagapura, Kabupaten Mimika Provinsi Papua.
Kata Kunci :
PjBL, Snakes and Ladders Game, Persatuan, Keberagaman.
Pendahuluan
Keberagaman suku,
agama, ras dan adat istiadat
serta budaya sudah menjadi pemandangan umum di
sekolah. Suku yang berbeda, agama yang mayoritas, ras yang dominan, dan budaya yang ada menjadi tantangan
dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran harus dilaksanakan
dengan tepat dan cermat agar perbedaan keberagaman tersebut dapat disatukan dalam bingkai Bhinneka
Tunggal Ika untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Toleransi
sangat penting untuk dilaksanakan oleh setiap siswa dalam lingkungan sekolah
agar terhindar dari beberapa macam kesenjangan antar siswa. Diantaranya adalah
sikap saling menghargai antar suku dan budaya yang berbeda, sikap saling
menghargai antar umat beragama, dan tetap memperhatikan keberagaman ras yang
ada. Serta toleransi adat dan budaya tehadap siswa yang lainnya. Toleransi yang
sudah dibangun sebelumnya tetap harus ditingkatnya demi terciptanya kerukunan
antar siswa, baik yang pendatang maupun siswa local atau asli daerah.
Selain faktor di atas,
pada semester genap tahun pelajaran 2017-2018 materi pembelajaran di kurikulum
2013 (K-13) adalah keberagaman suku,
agama, rasa, antar golongan, kerjasama dan Negara
kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembelajaran pada semester genap ini
memiliki peran yang sangat besar bagi persatuan dan kesatuan NKRI dalam bingkai Bhinneka
Tunggal Ika. Oleh sebab itu, pembelajaran PPKn
sangat menentukan karakter siswa dalam bertutur kata, bersikap, dan berperilaku
terutama dalam kehidupan di sekolah, masyarakat serta bangsa dan negara pada
umumnya.
Berdasarkan apa yang terjadi, maka dapat dilakukan beberapa model dan media pembelajaran yang tepat untuk menyatukan persatuan siswa dan siswi yang beranekaragam. Dalam hal ini nilai persatuan dan kesatuan dapat dilakukan dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL). Pembelajaran ini bertujuan untuk membuat sebuah proyek hasil belajar secara bersama-sama dalam satu unit. Adapun keberagaman itu dapat dilakukan dengan menggunakan media permainan Snakes and Ladders Game dalam pembelajaran. Pembelajaran ini berfokus pada kerjasama siswa dan siswi dengan tidak memandang asal usul daerah melalui permainan tersebut. Pembelajaran penerapan model Project Based Learning (PjBL) melalui Snakes and Ladders Game ini diharapkan dapat meningkatkan persatuan siswa dalam keberagam disekolah, masyarakat, bangsa dan negara.
Merujuk pada latar belakang, maka rumusan masalah yang tepat pada penelitian ini adalah:
Butuh Artikel Lengkap???? Silahkan HUBUNGI ADMIN Blog
Tidak ada komentar:
Posting Komentar