Oleh: Muhammad Syaifudin
A.
Latar
Belakang
Pada dasarnya setiap masyarakat yang ada di muka bumi ini dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami apa yag dinamakan dengan perubahan-perubahan. Adanya perubahan-perubahan tersebut akan dapat diketahui bila kita melakukan sutu perbandingan dengan menelaah suatu masyarakat pada masa tertentu yang kemudian dibandingkan dengan keadaan masyarakat pada masa lampau. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat, pada intinya merupakan suatu proses yang terjadi terus menerus, ini arinya bahwa masyarakat pada kenyataannya akan mengalami perubahan-perubahan. Tetapi perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat dengan masyarakat yang lain tidaklah sama.
Perubahan
sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam
suatu masyarakat, yang memengaruhi sistem sosialnya. Tekanan pada
definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok
manusia dimana perubahan memengaruhi struktur masyarakat lainnya. Perubahan
sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan
keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis,
biologis, ekonomis, dan kebudayaan.
Perubahan
sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Perubahan dalam kebudayaan
mencakup semua bagian, yaitu meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi,
filsafat, dan lainnya. Akan tetapi, perubahan tersebut tidak memengaruhi
organisasi sosial masyarakatnya. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas
dibandingkan perubahan sosial. Namun demikian, dalam prakteknya di lapangan
kedua jenis perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan.
Proses perubahan masyarakat (social
change) terjadi karena manusia adalah makhluk yang berfikir dan bekerja. Selain
itu manusia juga selalu berusaha untuk memperbaiki nasibnya dan
sekurang-kurangnya berusaha untuk mempertahankan hidupnya.
Dalam setiap
prakteknya di lapangan, perubahan sosial dapat terjadi sangat lambat maupun
sangat cepat. Hal ini tergantung pada faktor-faktor yang menunjang perubahan
sosial dalam masyarakat tersebut. Pada konsep-konsep yang ada, perubahan sosial
terdiri dari 3 hal yaitu : perbedaan, waktu, dan sistem sosial yang sama. Dari
ketiga hal ini maka perubahan sosial dapat dianalisis dan diteliti sedemikian
rupa sehingga untuk memperoleh data-data pendeahuan tentang perubahan sosial.
B.
Perumusan
Masalah
Bagaimana perubahan sosial pada masyarakat yang dipengaruhi
oleh berbagai faktor-faktor berdasarkan arah timbulnya pengaruh, sebutkan dan
jelaskan?
C. PENYELESAIAN
Perubahan
Sosial - Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang
terjadi pada masyarakat yang mencakup perubahan dalam aspek-aspek struktur dari
suatu masyarakat, atau karena terjadinya perubahan dari faktor lingkungan,
dikarenakan berubahnya sistem komposisi penduduk, keadaan geografis, serta
berubahnya sistem hubungan sosial, maupun perubahan pada lembaga kemasyarakatannya.
Perubahan ini menyangkut pada seluruh segmen yang terjadi di masyarakat pada
waktu tertentu. Perubahan sosial dalam masyarakat bukan merupakan sebuah hasil
atau produk tetapi merupakan sebuah proses. Perubahan sosial merupakan sebuah
keputusan bersama yang diambil oleh anggota masyarakat. Konsep dinamika
kelompok menjadi sebuah bahasan yang menarik untuk memahami perubahan sosial.
Berdasarkan
besar kecilnya pengaruh yang terjadi pada masyarakat, perubahan sosial dibagi
menjadi 2, yakni perubahan sosial yang besar dan perubahan sosial yang kecil.
Perubahan sosial yang besar pada umumnya adalah perubahan yang akan membawa
pengaruh yang besar pada masyarakat. Misalnya, terjadinya proses
industrialisasi pada masyarakat yang masih agraris. Di sini lembaga-lembaga
kemasyarakatan akan terkena pengaruhnya, yakni hubungan kerja, sistem pemilikan
tanah, klasifikasi masyarakat, dan lainnya. Sedangkan perubahan sosial yang
kecil adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial
yang tidak membawa akibat yang langsung pada masyarakat. Misalnya, perubahan
bentuk potongan rambut pada seseorang, tidak akan membawa pengaruh yang
langsung pada masyarakat secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan tidak akan
menyebabkan terjadinya perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan.
Arah Timbulnya Faktor Perubahan Sosial
Perubahan
sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya
dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang
terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan
hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.
Dalam
kehidupan nyata, perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat, pasti akan
terjadi. Setiap segmen masyarakat hendaknya fleksibel terhadap perubahan yang
akan terjadi baik cepat maupun lambat. Dengan keunggulan seperti itu,
masyarakat akan mengurangi tingkat pengaruh negatif dari perubahan ini. Arah
timbulnya pengaruh pun dapat berasal dari dalam maupun luar. Berikut adalah
penjelasan faktor-faktor perubahan sosial berdasarkan arah timbulnya pengaruh.
a. Faktor Internal
Internal
factor (faktor dalam) adalah faktor-faktor yang berasal dari
dalam masyarakat itu yang menyebabkan timbulnya perubahan pada masyarakat itu
sendiri baik secara individu, kelompok ataupun organisasi. Berikut ini
sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab
intern).
1) Dinamika penduduk,
yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk. Pertambahan penduduk yang
sangat cepat akan mengakibatkan perubahan dalam struktur masyarakat, khususnya
dalam lembaga kemasyarakatannya. Salah satu contohnya disini adalah orang akan
mengenal hak milik atas tanah, mengenal system bagi hasil, dan yang lainnya,
dimana sebelumnya tidak pernah mengenal. Sedangkan berkurangnya jumlah penduduk
akan berakibat terjadinya kekosongan baik dalam pembagian kerja, maupun
stratifikasi social, hal tersebut akan mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan
yang ada.
2) Adanya
penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang
bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat
menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention). Suatu proses
social dan kebudayaan yang besar, tetapi terjadi dalam jangka waktu yang tidak
terlalu lama disebut dengan inovasi. Proses tersebut meliputi suatu penemuan
baru, jalannya unsur kebudayaanbaru yang tersebar ke lain-lain bagian
masyarakat, dan cara-cara unsure kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari dan
akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Penemuan baru sebagai
akibat terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam pengertian discovery
dan invention. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang
baru, baik berupa alat ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang
individu atau serangkaian ciptaan para individu. Discovery sendiri akan berubah
menjadi invention, jika masyarakat sudah mengakui, menerima serta menerapkan
penemuan baru tersebut.
3) Munculnya berbagai
bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat. Pertentangan ini bisa
terjadi antara individu dengan kelompok atau antara kelompok dengan kelompok.
Mmisalnya saja pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua. Generasi
muda pada umumnya lebih senang menerima unsur-unsur kebudayaan asing, dan
sebaliknya generasi tua tidak menyenangi hal tersebut. Keadaan seperti ini
pasti akan mengakibatkan perubahan dalam masyarakat.
4) Terjadinya pemberontakan
atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar.
Revolusi yang terjadi pada suatu masyarakat akanm membawa akibat berubahnya
segala tata cara yang berflaku pada lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Biasanya
hal ini diakibatkan karena adanya kebijaksanaan atau ide-ide yang berbeda.
Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan
kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan
pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar,
baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.
b. Faktor Eksternal
Selain faktor
internal pada masyarakat juga dikenal faktor eksternal. faktor
eksternal atau faktor luar adalah faktor-faktor yang berasal dari luar
masyarakat yang menyebabkan timbulnya perubahan pada masyarakat. Berikut ini
sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari luar masyarakat (sebab
ekstern).
1) Adanya pengaruh bencana
alam. Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi
meninggalkan tanah kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat
tinggal yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan
lingkungan yang baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi
perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya.
2) Adanya peperangan,
baik perang saudara maupun perang antarnegara dapat menyebabkan perubahan,
karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan
kebudayaannya kepada pihak yang kalah. Misalnya, terjadinya perang antarsuku
ataupun negara akan berakibat munculnya perubahan-perubahan, pada suku atau
negara yang kalah. Pada umunya mereka yang menang akan memaksakan
kebiasaan-kebiasaan yang biasa dilakukan oleh masyarakatnya, atau kebudayaan yang
dimilikinya kepada suku atau negara yang mengalami kekalahan. Contohnya, jepang
yang kalah perang dalam Perang Dunia II, masyarakatnya mengalami
perubahan-perubahan yang sangat berarti.
3) Adanya pengaruh
kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan
menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa
paksaan, maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu
kebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity. Adanya
proses penerimaan pengaruh kebudayaan asing ini disebut dengan akulturasi.
Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain,
maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli
dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut.
Pengaruh-pengaruh itu dapat timbul melalui proses perdagangan dan penyebaran
agama.
Contohnya
adalah Pekerjaan seseorang yang pada awalnya adalah seorang Petani desa, berkat
kemampuan-kemampuan dalam proses bercocok tanam dengan cara-cara JITU-nya
sehingga di juluki si Petani Ulung karena hasil panen yang diperoleh Petani ini
10 kali lipat di banding yang lainnya. Sebelum mencapai itu semua banyak sekali
kegagalan-kegagalan yang pernah dialami ketika beliau bereksperimen untuk
menemukan hal yang HEBAT ini. Suatu saat RAHASIA Petani ini tercium oleh hidung
Pemerintah juga, yang mengakibatkan Beliau harus berganti profesi dengan mengabdi
menjadi ILMUWAN bagi negaranya karena diminta oleh Pemerintah demi kemajuan dan
kemandirian bangsa, dimana nantinya bisa menularkan hasil penemuannya dalam
bidang pertanian kepada masyarakat. Dalam contoh disini peralihan profesi ini
merupakan PERUBAHAN SOSIAL (MIKRO-PEKERJAAN),
D.
KESIMPULAN
PERUBAHAN SOSIAL (MIKRO-PEKERJAAN), sebenarnya secara tidak langsung banyak dialami oleh
masyarakat Indonesia, hanya saja pergantian profesi hanya dianggap sebagai
kecocokan dalam bekerja.
Proses
perubahan ini terjadi karena manusia adalah makhluk yang berfikir dan bekerja.
Selain itu manusia juga selalu berusaha untuk memperbaiki nasibnya dan
sekurang-kurangnya berusaha untuk mempertahankan hidupnya.
Manusia tersebut mempunyai
pemikiran-pemikiran yang mengutamakan masa yang akan datang, dapat berakibat
mulai terjadinya perubahan-perubahan dalam system social yang ada. Karena apa
yang dilakukan harus diorientasikan pada perubahan di masa yang akan datang.
Bila sikap itu telah dikenal secara
luas oleh masyarakat, maka masyarakat akan dapat menjadi pendorong bagi
terjadinya penemuan-penemuan baru. Contohnya hadiah nobel, menjadi pendorong
untuk melahirkan karya-karya yang belum pernah dibuat.RIGHT ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar