Oleh: Muhammad Syaifudin
Ciri utama pada masa remaja ditandai dengan adanya berbagai perubahan.
Perubahan-perubahan tersebut antara lain :
1. Perubahan Fisik
Pada masa remaja terjadi pertumbuhan fisik yang cepat dan proses kematangan seksual. Beberapa kelenjar yang mengatur fungsi seksualitas pada masa ini telah mulai matang dan berfungsi. Disamping itu tanda-tanda seksualitas sekunder juga mulai nampak pada diri remaja.
Menurut perkembangan kognitif yang dibuat oleh Jean Piaget, seorang remaja telah beralih dari masa konkrit-operasional ke masa formal-operasional. Pada masa konkrit-operasional, seseorang mampu berpikir sistematis terhadap hal-hal atau obyek-obyek yang bersifat konkrit, sedang pada masa formal operasional ia sudah mampu berpikir se-cara sistematis terhadap hal-hal yang bersifat abstrak dan hipotetis. Pada masa remaja, seseorang juga sudah dapat berpikir secara kritis.
Pada umumnya remaja bersifat emosional. Emosinya berubah menjadi labil.
Menurut aliran tradisionil yang dipelopori oleh G. Stanley Hall, perubahan ini
terutama disebabkan oleh perubahan yang terjadi pada kelenjar-kelenjar
hor-monal. Namun penelitian-penelitian ilmiah selanjutnya menolak pendapat ini.
Sebagai contoh, Elizabeth B. Hurlock menyatakan bahwa pengaruh lingkungan
sosial terhadap per-ubahan emosi pada masa remaja lebih besar artinya bila
dibandingkan dengan pengaruh hormonal.
4. Perubahan Sosial
Pada masa remaja, seseorang memasuki status sosial yang baru. Ia
dianggap bukan lagi anak-anak. Karena pada masa remaja terjadi perubahan fisik
yang sangat cepat sehingga menyerupai orang dewasa, maka seorang remaja juga
sering diharapkan bersikap dan bertingkahlaku seperti orang dewasa. Pada masa
remaja, seseorang cenderung untuk meng-gabungkan diri dalam 'kelompok teman
sebaya'. Kelompok so-sial yang baru ini merupakan tempat yang aman bagi remaja.
Pengaruh kelompok ini bagi kehidupan mereka juga sangat kuat, bahkan seringkali
melebihi pengaruh keluarga.
Menurut Y. Singgih D. Gunarsa & Singgih D. Gunarsa, kelompok remaja
bersifat positif dalam hal memberikan kesempatan yang luas bagi remaja untuk
melatih cara mereka bersikap, bertingkahlaku dan melakukan hubungan sosial.
Namun kelompok ini juga dapat bersifat negatif bila ikatan antar mereka menjadi
sangat kuat sehingga kelakuan mereka menjadi "overacting' dan energi
mereka disalurkan ke tujuan yang bersifat merusak.
5. Perubahan Moral
Pada masa remaja terjadi perubahan kontrol tingkahlaku moral: dari luar menjadi dari dalam. Pada masa ini terjadi juga perubahan dari konsep moral khusus menjadi prinsip moral umum pada remaja. Karena itu pada masa ini seorang remaja sudah dapat diharapkan untuk mempunyai nilai-nilai moral yang dapat melandasi tingkahlaku moralnya. Walaupun demikian, pada masa remaja, seseorang juga mengalami kegoyahan tingkah laku moral. Hal ini dapat dikatakan wajar, sejauh kegoyahan ini tidak terlalu menyimpang dari moraliatas yang berlaku, tidak terlalu merugikan masyarakat, serta tidak berkelanjutan setelah masa remaja berakhir.
Kepribadian pada masa remaja cenderung untuk memeperbaikinya, remaja
berpandangan bahwa kepribadian yang baik akan memudahkan mereka untuk
berhubungan sosial dan bisa lebih diterima. Kondisi – kondisi yang mempengaruhi
konsep diri : usia kematangan pada remaja, penampilan diri, kepatutan seks,
nama dan julukan, hubungan keluarga, teman-teman sebaya, kreativitas dan
cita-cita.
I
BalasHapus