Total Tayangan Halaman

Rabu, 22 Juli 2020

Pandangan religious dari piaget, nilai-nilai religious menurut pandangan Kohlberg, nilai-nilai religious menurut pandangan Erikson

Oleh: Muhammad Syaifudin

Soal  :

    1.      Apa kritik Anda dari pandangan religious dari piaget ?

    2.      Posisi nilai-nilai religious menurut pandangan Kohlberg ?

    3.      Posisi nilai-nilai religious menurut pandangan Erikson? Berikan alasannya !

 

Jawab :

    1.      > Piaget meletakkan posisi nilai religious pada tahapan operasional formal. Hal ini didasari karena pada usia lebih dari 11 tahun kemampuan anak sudah mulai berkembang. sehingga bisa dilihat bahwa pada tahapan ini anak sudah bisa mempertimbangkan keputusan dalam memecahkan masalah dengan nalar dan dasar yang melalui pemikiran-pemikiran yang bisa dijadikan sumber dari pemecahan masalah tersebut. Ini berarti sudut  pandang sudah dipakai dalam proses penentuan masalah tersebut, sehingga untuk mendapatkan keputusan yang ideal harus melalui pertimbangan-pertimbangan yang baik maupun buruk. Tetapi apakah selalu pada tahapan ini semua anak yang berusaia lebih dari 11 tahun merasakan hal yang sama akan pemikiran untuk mempertimbangkan pengambilan keputusan? Tentu saja tidak, tetap tergantung pada kemampuan anak dalam memproses dirinya untuk masuk dalam dunia operasional formal. Di mana dunia operasioanal formal sudah terbangun oleh kemampuan untuk berfikir secara abstrak dan sudah ada kesadaran bahwa peraturan merupakan hasil kesepakatan bersama. Dengan demikian anak dapat menempatkan atau ,emposisikan dirinya dalam peraturan yang telah dianggap baik karena sudah melalui pertimbangan nalar yang   dimlikinya.

                 

    2.        >  Kohlberg memposisikan nilai-nilai religious pada tahapan 2 yaitu pada tingkat konvensional.

    >  Usia tidak menjadi patokan jika anak sudah memandang tentang hasil keputusan bersama atau mematuhi peraturan yang telah dibuat


 

       > terletak pada tingkat ke-4 yaitu Tahapan yang berorientasi pada hokum dan ketertiban. Krena pada kondisi ini dimana seseorang sudah mulai beranjak taat akan hokum yang legal atau peraturan yang berfungsi untuk menciptakan kondisi yang tertib dan nyaman dalam kelompok atau komunitas.

 

    3.                > Erik Erikson meletakkan nilai-nilai religious pada tahapan Adolescense : Identity versus Role Confusion yaitu proses mencari identitas diri melawan salah peran atau kebingungan.

>Terjadi pada usia 12 sampai 20 tahun atau lebih dari 12 tahun. Hal ini disebabkan pada usia itu mengalami fase pengakuan yaitu pencarian jati diri atau mencari identitas diri.

> Identitas dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu positif dan negatif. Dimana identitas diri yang positif akan meningkatkan kepercayaan dirinya. Sehingga tercipta keyakinan pada diri untuk melakukan sesuatu dengan melewati proses hati (pertimbangan baik buruk).

> Identitas yang rendah akan memunculkan berbagai kelompok yang dianggap perlu untuk dibuat dengan tujuan pengenalan identitas diri atau kelompok. Missal : adanya geng motor illegal, kelompok pengguna narkoba, geng-geng di kota besan dan lain sebagainya.

Alasan Erikson di atas adalah kepercayaan yang akan menimbulkan keyakinan tersebut, dimana keyakinan tersebut digunakan sebagai dasar dalam mengambil keputusan atau dalam masalah  serta sesuatu yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Tambahan PPKN Kelas 7 BAB 6

    Oleh: Muhammad Syaifudin Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah tema...