Oleh: Muhammad Syaifudin
Soal :
1. Apa
kritik Anda dari pandangan religious dari piaget ?
2. Posisi
nilai-nilai religious menurut pandangan Kohlberg ?
3. Posisi
nilai-nilai religious menurut pandangan Erikson? Berikan alasannya !
Jawab
:
1. >
Piaget meletakkan posisi nilai religious pada tahapan operasional formal. Hal
ini didasari karena pada usia lebih dari 11 tahun kemampuan anak sudah mulai
berkembang. sehingga bisa dilihat bahwa pada tahapan ini anak sudah bisa
mempertimbangkan keputusan dalam memecahkan masalah dengan nalar dan dasar yang
melalui pemikiran-pemikiran yang bisa dijadikan sumber dari pemecahan masalah
tersebut. Ini berarti sudut pandang
sudah dipakai dalam proses penentuan masalah tersebut, sehingga untuk
mendapatkan keputusan yang ideal harus melalui pertimbangan-pertimbangan yang
baik maupun buruk. Tetapi apakah selalu pada tahapan ini semua anak yang
berusaia lebih dari 11 tahun merasakan hal yang sama akan pemikiran untuk
mempertimbangkan pengambilan keputusan? Tentu saja tidak, tetap tergantung pada
kemampuan anak dalam memproses dirinya untuk masuk dalam dunia operasional
formal. Di mana dunia operasioanal formal sudah terbangun oleh kemampuan untuk
berfikir secara abstrak dan sudah ada kesadaran bahwa peraturan merupakan hasil
kesepakatan bersama. Dengan demikian anak dapat menempatkan atau ,emposisikan
dirinya dalam peraturan yang telah dianggap baik karena sudah melalui
pertimbangan nalar yang dimlikinya.
2. > Kohlberg memposisikan nilai-nilai religious
pada tahapan 2 yaitu pada tingkat konvensional.
> Usia tidak menjadi patokan jika anak sudah
memandang tentang hasil keputusan bersama atau mematuhi peraturan yang telah
dibuat
> terletak pada tingkat ke-4
yaitu Tahapan yang berorientasi pada hokum dan ketertiban. Krena pada kondisi
ini dimana seseorang sudah mulai beranjak taat akan hokum yang legal atau
peraturan yang berfungsi untuk menciptakan kondisi yang tertib dan nyaman dalam
kelompok atau komunitas.
3. >
Erik Erikson meletakkan nilai-nilai religious pada tahapan Adolescense :
Identity versus Role Confusion yaitu proses mencari identitas diri melawan
salah peran atau kebingungan.
>Terjadi pada usia 12 sampai 20 tahun atau lebih
dari 12 tahun. Hal ini disebabkan pada usia itu mengalami fase pengakuan yaitu
pencarian jati diri atau mencari identitas diri.
> Identitas dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu
positif dan negatif. Dimana identitas diri yang positif akan meningkatkan
kepercayaan dirinya. Sehingga tercipta keyakinan pada diri untuk melakukan
sesuatu dengan melewati proses hati (pertimbangan baik buruk).
> Identitas yang rendah akan memunculkan berbagai
kelompok yang dianggap perlu untuk dibuat dengan tujuan pengenalan identitas
diri atau kelompok. Missal : adanya geng motor illegal, kelompok pengguna
narkoba, geng-geng di kota besan dan lain sebagainya.
Alasan Erikson di atas adalah kepercayaan yang akan
menimbulkan keyakinan tersebut, dimana keyakinan tersebut digunakan sebagai
dasar dalam mengambil keputusan atau dalam masalah serta sesuatu yang harus dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar