Total Tayangan Halaman

Senin, 20 Juli 2020

Kajian Penanggulangan Kenakalan Remaja (Geng) di Indonesia Melalui Pendidikan Islam (Akhlak)

Oleh: Muhammad Syaifudin

BAB I

PENDAHULUAN


A.Latar Belakang

Remaja adalah makhluk yang sedang tumbuh dan berkembang untuk menjadi dewasa di kemudian hari, yang diharapkan menjadi investasi bagi orang tua dan masyarakat dan Negara di masa mendatang. Oleh karenanya ia harus dipersiapkan secara benar dan serius dengan cara mengarahkan, membentuk dan mengembangkan potensi intelektual dan kepribadiannya melalui rasio, moral dan religius. Sehingga, kelak di kemudian hari tidak menjadi ‘bencana’ bagi dirinya dan ‘musibah’ bagi banyak pihak.

Fenomena belakangan yang muncul adalah tindak kekerasan (violence), penyimpangan (deliquen), kriminal, dan eksploitasi terhadap sesama remaja karena disebabkan pada kondisi adaptatif, tekanan sosial, ekonomi dan budaya. Akibatnya, harus dibayar mahal yakni remaja tidak bisa berkembang secara normal dan berkeadaban (shalih), malah sebaliknya generasi muda malah terjebak dalam kubangan kemajuan sains, teknologi dan dunia materialistik.

Dewasa ini masalah kenakalan remaja berkembang dikota-kota besar di Indonesia mengalami kecenderungan meningkat pada tindakan kejahatan(kriminalitas) yang meresahakan masyarakat dan aparat. Kriminalitas remaja masa kini mendorong para penanggungjawab sosial( aparat kepolisian), pendidikan (guru atau pendidik), kerohnian(mubaligh atau ulama) serta penanggung jawab hukum (hakim,jaksa)untuk turut serta memecahkan masalah kejahatan remaja yang istilahnya sudah duhaluskan menjadi kenakalan remaja.

Nilai-nilai agama yang paling fundamental dan sentral dalam Islam adalah Tauhid lawan dari Syirik, oleh Ali Syari’ati dijadikan alat analisa realistis dan kritis untuk melihat masyarakat dewasa ini dalam hubungannya dengan peran strata sosial – terutama kelas intelektual – varian ideologi, aliran pemikiran yang muncul dan peran peradaban dan kebudayaan. Baginya, manusia dewasa ini pada hakikatnya mengalami alienasi, ilmunya kaum intelek tanpa hati nurani, karena tawaran konsep-konsep yang abstrak tidak realistis tanpa konsep-konsep filsafat, kebudayaan dan agama (Ali Syari’ati, 1982:27).

Idealnya, ideologi serupa tidak terjadi di abad sekarang ini (abad 21), era kontemporer  karena sesungguhnya manusia telah keluar dari belenggu sejarah hitam  karakter Jahiliyah menuju era berkeadaban yang ditandai oleh lahirnya Islam sebagai salah satu agama besar dunia yang membawa misi perubahan, kesatuan Tuhan dan Etika, bagi  manusia dalam sistem sosialnya, termasuk di dalamnya misi pembebasan praktik perbudakan, pendewaan, kultus dan sebagainya. Bagi masyarakat Indonesia, yang mayoritas memilih Islam sebagai jalan hidup (way of life), sudah barang tentu menyepakati nilai-nilai dan ajaran yang dikandungnya untuk dijalankan sebagaimana mestinya.  Dalam pendek kata, kehadiran Islam dimaksudkan untuk melakukan reformasi total secara moralitas  (Morality Reformation) sebagaimana yang diakui nabi Saw “sebagai penyempurna budi pekerti” (li Utammima Makarim al-Akhlaq).

Ada tiga hal agama dibutuhkam oleh masyarakat di manapun ia berada, yaitu: Pertama, dilihat dari kepentingan sistem dan struktur kemasyarakatan, pranata agama merupakan sumber nilai dan norma-norma standar yang dapat memberikan keluhuran kerangka motivasi dan etika kerja yang profesional. Kedua, dilihat dari kepentingan individual, agama akan memberikan dimensi keseimbangan, dimensi spiritual dan dimensi material. Ketiga, dilihat dari kepentingan manusia agama menaruh kehormatan tertinggi terhadap kemanusiaan yang pemaknaannya menjadi penting bagi peradaban dan pengamanan hasil-hasil kreatif berupa peradaban baru yang telah dicapai oleh umat manusia (Nurcholish Madjid, et.al., 2000:349).

Bertolak dari latar belakang permasalahan diatas penulis ingin menganalisis dan mengakaji tentang penyebab dari kenakalan remaja di indonesia. Dilatar belakangi karena remaja merupakan makhluk yang sedang tumbuh dan berkembang untuk menjadi dewasa di kemudian hari, yang diharapkan menjadi investasi bagi orangtua dan masyarakat dan Negara di masa mendatang. Oleh karenanya ia harus dipersiapkan secara benar dan serius dengan cara mengarahkan, membentuk dan mengembangkan potensi intelektual dan kepribadiannya melalui rasio, moral dan religius. Sehingga, kelak di kemudian hari tidak menjadi ‘bencana’ bagi dirinya dan ‘musibah’ bagi banyak pihak. Alasannya adalah remaja dewasa ini menngangap agama sebatas nilai religius yang tidak membawa implikasi kehidupan secara signifikan. Padahal agama merupakan sumber nilai dan norma-norma standar yang dapat memeberikan keluhuran, agama akan memberikan dimensi keseimbangan, dimensi spritual,dan dimensi material serta agama merupakan jika ditanjau dari kepentingan manusia agama menaruh kehormtan tertinngi terhadap kemanusian yang pemaknaannya menjadi penting bagi peradaban dan pengamanan hasi-hasil kreatif berupa peradaban baru manusia yang telah dicapai oleh umat manusia. Kerugian dari remaja yang mempunyai pemikiran developmentalisme mereka menganggap kemajuan iptek yang harus dicapai. Hal ini yang menjadikan kenakalan remaja yang semakin banyak khususnya geng karena didalam diri mereka tidak dibentengi dan diberikan pondasi yang kuat dalam menghadapi arus  globalisasi dan modernisasi.

Disamping itu, penulis ingin mengkaji lebih lanjut tekait dengan upaya penanggulangan geng di Indonesia salah satunya dengan pendidikan islam karena sistem pendidikan islam yang dapat memberikan kemampuan pada seseorang untuk memimpin kehidpannya sesuai dengan cita-cita dan nilai-nilai islam yang telah menjiwai dan mewarnai corak kepribadiannya. Jadi pendidikan islam ialah suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah, sebagaimana islam telah menjadi pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia, baik duniawi maupun ukhrawi. 

Dengan demikian, bermula dari permasalahan yang telah penulis kemukakan diatas, maka penulis tertarik untuk mengangkat masalah tersebut dalam karya tulis ilmiah dengan judul,”Kajian Penanggulangan Kenakalan Remaja (Geng) di Indonesia Melalui Pendidikan Islam (Akhlak)”. 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan judul yang telah penulis kemukakan, sehingga merumuskan permasalahan yang akan dibahas pada penelitian karya tulis ini, antara lain:

1. Apa penyebab terjadinya kenakalan remaja yang membentuk sebuah Komunitas (geng) ?

2. Apa akibat dari kenakalan remaja tersebut yang membentuk Komunitas (geng) ?

3. Bagaimana cara penerapan model pendidikan islam dengan penanggulangi kenakalan remaja (geng) tersebut ?

C. Tujuan Penulisan

Setiap penelitian mempunyai tujuan tertentu, sehingga setiap langkah dalam penelitian terfokus untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasar latar belakang dan perumusan masalah diatas, penelitian ini dilakukan dengan tujuan :

1. Untuk mengetahui penyebab terjadinya kenakalan remaja yang membentuk sebuah Komunitas (geng)

2. Untuk mengetahui akibat dari kenakalan remaja tersebut yang membentuk Komunitas (geng)

3. Untuk mengetahui cara penerapan model pendidikan islam dengan penanggulangi kenakalan remaja (geng) tersebut

D. Manfaat Penulisan

Nilai sebuah penelitian ditentukan oleh besarnya manfaat yang diambil dari adanya penelitian tersebut. Penulis berharap penelitian ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya. Manfaat yang penulis harapkan dari penelitin ini adalah sebagai berikut :

1.      Bagi penulis

Karya tulis ini sebagai wadah untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Penanggulangan Kenakalan Remaja (Geng) di Indonesia Melalui Pendidikan Islam (Akhlak). Selain itu penulis juga dapat memerikan sumbangsih berupa pemikiran yaitu : cara penerapan model pendidikan islam sebagai upaya dalam mengurangi kenakalan remaja.

2.      Bagi masyarakat

Menambah pengetahuan tentang bagaimana proses yang efektif dalam mendidik anak secara islam sehingga angka kenakalan yang dilakukan di kalangan remaja dalam bentuk komunitas (geng) saat ini bisa dikurangi.

3.      Bagi pemerintah

Memberi masukan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan secara khusus tentang perilaku (moral) di kalangan remaja bahwa dengan pendidikan islam (akhlak) bisa mengurangi angka kenakalan di kalangan remaja yang berbentuk komunitas-komunitas (geng).


 

BAB II, III, IV, V

(Hubungi Admin Blog)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Tambahan PPKN Kelas 7 BAB 6

    Oleh: Muhammad Syaifudin Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah tema...