Oleh: Muhammad Syaifudin
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Remaja adalah makhluk yang sedang tumbuh dan berkembang untuk menjadi dewasa di kemudian hari, yang diharapkan menjadi investasi bagi orang tua dan masyarakat dan Negara di masa mendatang. Oleh karenanya ia harus dipersiapkan secara benar dan serius dengan cara mengarahkan, membentuk dan mengembangkan potensi intelektual dan kepribadiannya melalui rasio, moral dan religius. Sehingga, kelak di kemudian hari tidak menjadi ‘bencana’ bagi dirinya dan ‘musibah’ bagi banyak pihak.
Fenomena belakangan yang muncul adalah tindak kekerasan (violence),
penyimpangan (deliquen), kriminal, dan eksploitasi terhadap sesama remaja
karena disebabkan pada kondisi adaptatif, tekanan sosial, ekonomi dan budaya.
Akibatnya, harus dibayar mahal yakni remaja tidak bisa berkembang secara normal
dan berkeadaban (shalih), malah sebaliknya generasi muda malah terjebak dalam
kubangan kemajuan sains, teknologi dan dunia materialistik.
Dewasa ini masalah kenakalan remaja
berkembang dikota-kota besar di Indonesia mengalami kecenderungan meningkat
pada tindakan kejahatan(kriminalitas) yang meresahakan masyarakat dan aparat.
Kriminalitas remaja masa kini mendorong para penanggungjawab sosial( aparat
kepolisian), pendidikan (guru atau pendidik), kerohnian(mubaligh atau ulama)
serta penanggung jawab hukum (hakim,jaksa)untuk turut serta memecahkan masalah
kejahatan remaja yang istilahnya sudah duhaluskan menjadi kenakalan remaja.
Nilai-nilai
agama yang paling fundamental dan sentral dalam Islam adalah Tauhid lawan dari
Syirik, oleh Ali Syari’ati dijadikan alat analisa realistis dan kritis untuk
melihat masyarakat dewasa ini dalam hubungannya dengan peran strata sosial –
terutama kelas intelektual – varian ideologi, aliran pemikiran yang muncul dan
peran peradaban dan kebudayaan. Baginya, manusia dewasa ini pada hakikatnya
mengalami alienasi, ilmunya kaum intelek tanpa hati nurani, karena tawaran
konsep-konsep yang abstrak tidak realistis tanpa konsep-konsep filsafat,
kebudayaan dan agama (Ali Syari’ati, 1982:27).
Idealnya,
ideologi serupa tidak terjadi di abad sekarang ini (abad 21), era kontemporer karena sesungguhnya manusia telah keluar dari
belenggu sejarah hitam karakter Jahiliyah menuju era berkeadaban yang
ditandai oleh lahirnya Islam sebagai salah satu agama besar dunia yang membawa
misi perubahan, kesatuan Tuhan dan Etika, bagi manusia dalam sistem
sosialnya, termasuk di dalamnya misi pembebasan praktik perbudakan, pendewaan, kultus
dan sebagainya. Bagi masyarakat Indonesia, yang mayoritas memilih Islam sebagai
jalan hidup (way of life), sudah barang tentu menyepakati nilai-nilai dan
ajaran yang dikandungnya untuk dijalankan sebagaimana mestinya. Dalam
pendek kata, kehadiran Islam dimaksudkan untuk melakukan reformasi total secara
moralitas (Morality Reformation) sebagaimana yang diakui nabi Saw
“sebagai penyempurna budi pekerti” (li Utammima Makarim al-Akhlaq).
Ada tiga hal
agama dibutuhkam oleh masyarakat di manapun ia berada, yaitu: Pertama, dilihat dari kepentingan
sistem dan struktur kemasyarakatan, pranata agama merupakan sumber nilai dan
norma-norma standar yang dapat memberikan keluhuran kerangka motivasi dan etika
kerja yang profesional. Kedua,
dilihat dari kepentingan individual, agama akan memberikan dimensi
keseimbangan, dimensi spiritual dan dimensi material. Ketiga, dilihat dari kepentingan manusia agama menaruh
kehormatan tertinggi terhadap kemanusiaan yang pemaknaannya menjadi penting bagi
peradaban dan pengamanan hasil-hasil kreatif berupa peradaban baru yang telah
dicapai oleh umat manusia (Nurcholish Madjid, et.al., 2000:349).
Bertolak dari
latar belakang permasalahan diatas penulis ingin menganalisis dan mengakaji
tentang penyebab dari kenakalan remaja di indonesia. Dilatar belakangi karena
remaja merupakan makhluk yang sedang
tumbuh dan berkembang untuk menjadi dewasa di kemudian hari, yang diharapkan
menjadi investasi bagi orangtua dan masyarakat dan Negara di masa mendatang.
Oleh karenanya ia harus dipersiapkan secara benar dan serius dengan cara
mengarahkan, membentuk dan mengembangkan potensi intelektual dan kepribadiannya
melalui rasio, moral dan religius. Sehingga, kelak di kemudian hari tidak
menjadi ‘bencana’ bagi dirinya dan ‘musibah’ bagi banyak pihak. Alasannya
adalah remaja dewasa ini menngangap agama sebatas nilai religius yang tidak
membawa implikasi kehidupan secara signifikan. Padahal agama merupakan sumber
nilai dan norma-norma standar yang dapat memeberikan keluhuran, agama akan
memberikan dimensi keseimbangan, dimensi spritual,dan dimensi material serta
agama merupakan jika ditanjau dari kepentingan manusia agama menaruh kehormtan
tertinngi terhadap kemanusian yang pemaknaannya menjadi penting bagi peradaban
dan pengamanan hasi-hasil kreatif berupa peradaban baru manusia yang
telah dicapai oleh umat manusia. Kerugian dari remaja yang mempunyai pemikiran
developmentalisme mereka menganggap kemajuan iptek yang harus dicapai. Hal ini
yang menjadikan kenakalan remaja yang semakin banyak khususnya geng karena
didalam diri mereka tidak dibentengi dan diberikan pondasi yang kuat dalam menghadapi
arus globalisasi dan modernisasi.
Disamping itu,
penulis ingin mengkaji lebih lanjut tekait dengan upaya penanggulangan geng di Indonesia
salah satunya dengan pendidikan islam karena sistem pendidikan islam yang dapat
memberikan kemampuan pada seseorang untuk memimpin kehidpannya sesuai dengan
cita-cita dan nilai-nilai islam yang telah menjiwai dan mewarnai corak
kepribadiannya. Jadi pendidikan islam ialah suatu sistem kependidikan yang
mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah, sebagaimana
islam telah menjadi pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia, baik duniawi
maupun ukhrawi.
Dengan demikian,
bermula dari permasalahan yang telah penulis kemukakan diatas, maka penulis
tertarik untuk mengangkat masalah tersebut dalam karya tulis ilmiah dengan
judul,”Kajian Penanggulangan Kenakalan
Remaja (Geng) di Indonesia Melalui Pendidikan Islam (Akhlak)”.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan judul yang telah penulis kemukakan, sehingga merumuskan permasalahan yang akan dibahas pada penelitian karya tulis ini, antara lain:
1. Apa penyebab terjadinya kenakalan remaja yang membentuk sebuah Komunitas (geng) ?
2. Apa akibat dari kenakalan remaja tersebut yang membentuk Komunitas (geng) ?
3. Bagaimana cara penerapan model pendidikan islam dengan penanggulangi kenakalan remaja (geng) tersebut ?
C. Tujuan Penulisan
Setiap penelitian mempunyai tujuan tertentu, sehingga setiap langkah dalam penelitian terfokus untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasar latar belakang dan perumusan masalah diatas, penelitian ini dilakukan dengan tujuan :
1. Untuk mengetahui penyebab terjadinya kenakalan remaja yang membentuk sebuah Komunitas (geng)
2. Untuk mengetahui akibat dari kenakalan remaja tersebut yang membentuk Komunitas (geng)
3. Untuk mengetahui cara penerapan model pendidikan islam dengan penanggulangi kenakalan remaja (geng) tersebut
D. Manfaat Penulisan
Nilai
sebuah penelitian ditentukan oleh besarnya manfaat yang diambil dari adanya
penelitian tersebut. Penulis berharap penelitian ini bermanfaat bagi pembaca
pada umumnya dan penulis pada khususnya. Manfaat yang penulis harapkan dari
penelitin ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi penulis
Karya tulis ini sebagai wadah untuk menambah wawasan
dan pengetahuan mengenai Penanggulangan Kenakalan Remaja (Geng) di Indonesia
Melalui Pendidikan Islam (Akhlak). Selain itu penulis juga dapat memerikan
sumbangsih berupa pemikiran yaitu : cara penerapan model pendidikan islam
sebagai upaya dalam mengurangi kenakalan remaja.
2.
Bagi masyarakat
Menambah pengetahuan tentang bagaimana proses yang
efektif dalam mendidik anak secara islam sehingga angka kenakalan yang
dilakukan di kalangan remaja dalam bentuk komunitas (geng) saat ini bisa
dikurangi.
3.
Bagi pemerintah
Memberi masukan kepada pemerintah agar lebih
memperhatikan secara khusus tentang perilaku (moral) di kalangan remaja bahwa
dengan pendidikan islam (akhlak) bisa mengurangi angka kenakalan di kalangan
remaja yang berbentuk komunitas-komunitas (geng).
BAB II, III, IV, V
Tidak ada komentar:
Posting Komentar